01
Kinan Arunika — Desainer interior, Yogyakarta
Saya merancang ruang dari cahayanya dulu.
Tentang praktik ini
Saya Kinan. Sebelum memilih sofa, warna dinding, atau lampu, saya berdiri di ruangan kosong dan memperhatikan ke mana cahaya jatuh pukul tujuh pagi dan pukul empat sore. Dari situ ruang mulai bernapas: jendela dibuka lebih lebar, kayu dipilih yang menua dengan indah, dan setiap sudut punya alasan untuk ditinggali.
Kinan Arunika · Desainer interior
Proyek terpilih · 2023–2025
Dari meja gambar
Sebelum ada render, ada sketsa perspektif dari sudut yang nanti paling sering dilihat penghuninya. Geser untuk membandingkan sketsa ruang duduk Wisma Jati dengan hasil jadinya.
Studi cahaya
Geser jamnya. Cahaya di seluruh halaman ini ikut bergerak, seperti cahaya di Kabin Pinus sepanjang hari. Di luar bagian ini, cahayanya kembali mengikuti matahari Yogyakarta saat ini.
07.00 WIB
Pukul 07.00. Cahaya timur yang hangat dan rendah masuk jauh ke kamar. Tempat tidur menghadap ke sini.
Pustaka material
Hampir semuanya dari pengrajin yang saya kunjungi sendiri. Geser sampelnya di meja, seperti saat memilih bersama klien.
Cara bekerja
01 · Minggu 1
Kita bertemu di lokasi. Saya mengukur ruang, memotret cahaya pada jam yang berbeda, dan mendengar cara kamu menjalani hari.
02 · Minggu 2–3
Denah tata letak dalam dua atau tiga pilihan. Di sini ditentukan alur gerak, posisi perabot besar, dan apa yang dibongkar.
03 · Minggu 4
Studi cahaya alami dan buatan: lampu mana untuk bekerja, mana untuk makan malam, dan jendela mana yang perlu dibuka.
04 · Minggu 5–6
Sampel kayu, batu, kain, dan tegel di meja. Sebagian besar dari pengrajin yang saya kenal di Jepara, Cirebon, dan Gunungkidul.
05 · Minggu 7 dan seterusnya
Gambar kerja dan RAB untuk kontraktor, lalu, bila diminta, saya kawal pembangunannya sampai styling terakhir.
Kata klien
“Kinan tidak pernah menjual kami gaya. Ia bertanya kami bangun jam berapa, lalu memindahkan kamar ke sisi timur. Tamu kami selalu menyebut cahaya paginya.”
“Anggaran kami ketat. Ia memilih tiga hal untuk dibelanjakan besar, dan membuat sisanya dari kayu bekas bongkaran rumah lama. Kafenya penuh sejak minggu pertama.”
“Apartemen 142 meter kini terasa seperti rumah dua lantai. Saya masih tidak paham caranya, tapi saya tidak mau pindah.”
Ketersediaan
Konsultasi awal 30 menit gratis setiap Kamis, lewat video atau di studio.